El John News, Jakarta – Lusia Carmenita Rosalia Lambadari Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi menyandang gelar Putri Pariwisata Indonesia 2026. Kemenangan tersebut menjadi puncak dari perjalanan panjang Lusia dalam ajang Putri Pariwisata Indonesia 2026 yang mengusung semangat Sustainable Tourism.
Gelar Putri Pariwisata Indonesia 2026 yang berhasil diraih wanita yang akrab disapa Carmen ini, menambah panjang perjalanan dan prestasinya di dunia pageant. Sebelum berhasil membawa pulang mahkota nasional, Lusia terlebih dahulu dipercaya mewakili Nusa Tenggara Timur sebagai Putri Pariwisata Indonesia NTT 2026.
Perjalanan tersebut menjadi bagian penting dalam proses Lusia membangun pengalaman, kemampuan, sekaligus kepercayaan diri hingga akhirnya berhasil tampil sebagai pemenang di tingkat nasional.
Usai dinobatkan sebagai pemenang, Carmen mengaku merasakan berbagai emosi yang bercampur. Rasa syukur menjadi hal pertama yang ia rasakan, disusul kebahagiaan dan kebanggaan atas perjuangan yang telah dilaluinya selama mengikuti rangkaian kompetisi.
“Perasaan saya tentu saja it’s actually a mixed feeling. Yang pertama adalah rasa syukur kepada Tuhan atas berkat yang saya dapat hari ini. Yang kedua, tentunya saya juga merasa sangat bahagia dan juga bangga kepada diri sendiri karena sudah bisa sampai di titik ini,” ujar Carmen.

Tuhan, Keluarga, dan Orang-Orang di Balik Kemenangan
Di balik keberhasilannya meraih mahkota Putri Pariwisata Indonesia 2026, Carmen menyebut ada banyak pihak yang memberikan dukungan. Namun, ia menempatkan Tuhan sebagai sosok yang paling utama dalam perjalanan tersebut.
Carmen juga menyampaikan rasa terima kasih kepada orang tua, adik-adiknya, oma, tante, serta seluruh sahabat yang telah memberikan dukungan selama proses persiapannya.
“Tentu saja yang pertama adalah Tuhan saya, Tuhan Yesus Kristus yang sudah memberkati saya dengan sangat luar biasa. Saya juga bisa datang ke sini dan ikut berdoa kepada orang tua saya, adik-adik saya, oma, tante-tante saya, dan juga semua teman-teman saya yang sudah membantu saya. Tapi sosok yang paling besar adalah Tuhan Yesus Kristus,” ungkapnya.
Kemenangan tersebut pun tidak ingin dinikmati seorang diri. Lusia mempersembahkan pencapaiannya kepada keluarga dan orang-orang yang selama ini memberikan waktu, energi, doa, serta dukungan kepadanya.
Pengalaman Menjadi Modal Persiapan
Berbicara mengenai persiapannya hingga mampu meraih gelar Putri Pariwisata Indonesia 2026, Lusia mengatakan dirinya tidak hanya mengandalkan persiapan teknis menjelang kompetisi.

Pengalaman yang selama ini diperolehnya melalui berbagai kegiatan komunitas menjadi salah satu modal penting. Terlebih, ia memiliki ketertarikan yang kuat terhadap masyarakat, budaya, dan pariwisata.
“Sebenarnya saya mengambil semuanya berdasarkan pengalaman pribadi saya sendiri di komunitas, yang memang passion saya itu ada di people, culture, and tourism. Jadi, semua persiapan saya itu sebenarnya berdasarkan pengalaman saya,” jelas Carmen.
Selain pengalaman di komunitas, Carmen juga mempersiapkan kemampuan yang berkaitan dengan kebutuhan kompetisi, mulai dari *twalk, public speaking, hingga berbagai aspek lainnya.
“Saya juga melihat dari catwalk, public speaking, dan ada banyak hal yang saya masukkan dalam persiapan saya,” tambahnya.
Lanjutkan Gerakan Titik Nadi dan Advokasi CERITA
Setelah menyandang gelar Putri Pariwisata Indonesia 2026, Carmen telah menyiapkan langkah berikutnya. Ia memastikan berbagai program yang selama ini telah dijalankannya akan terus dikembangkan dan diperluas.
Sebelum terpilih menjadi perwakilan NTT dalam ajang Putri Pariwisata Indonesia 2026, Carmen telah membentuk komunitas bernama Titik Nadi. Komunitas tersebut berfokus pada pertumbuhan pariwisata, budaya, serta kreativitas anak muda.
“Terkait program saya sendiri, sebenarnya sejauh sebelum saya terpilih menjadi perwakilan NTT di ajang PPI 2026 ini, saya sudah membentuk suatu komunitas yang merupakan Titik Nadi, di mana fokus kami adalah pada pertumbuhan pariwisata dan budaya, dan juga kreativitas anak muda,” ungkapnya.
Dengan gelar yang kini disandangnya, Lusia berkomitmen untuk melanjutkan berbagai program tersebut. Ia juga akan memperkuat advokasi yang diberi nama CERITA, yang mencakup Culture, Empowerment, Responsibility, Innovation, Togetherness, dan Action.

Promosikan Destinasi Indonesia Lewat Kolaborasi
Sebagai Putri Pariwisata Indonesia 2026, Carmen juga memiliki misi untuk memperkenalkan kekayaan destinasi pariwisata Indonesia kepada masyarakat yang lebih luas.
Upaya tersebut akan dilakukan melalui program CERITA dan komunitas Titik Nadi. Lusia juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai organisasi nonpemerintah atau NGO serta komunitas yang tersebar di Indonesia.
“Ya, untuk mempromosikan seluruh destinasi pariwisata Indonesia melalui program bertajuk CERITA dan juga melalui komunitas saya di Titik Nadi,” ujar Carmen.
Menurutnya, kolaborasi menjadi salah satu cara penting untuk memperluas jangkauan promosi pariwisata Indonesia.
“Salurannya melalui komunitas, karena kita banyak kolaborasi dengan NGO dan juga komunitas di Indonesia. Dan melalui kolaborasi itu saya akan terus membawa destinasi Indonesia untuk lebih dikenal oleh lebih banyak orang,” jelasnya.
Apresiasi untuk Yayasan EL JOHN Indonesia
Carmen juga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan EL JOHN Indonesia, khususnya kepada Dedy Joni Subiyarto serta seluruh panitia yang telah menyelenggarakan rangkaian Putri Pariwisata Indonesia 2026.

Menurutnya, dukungan dan kepercayaan yang diberikan sejak awal rangkaian hingga malam penobatan menjadi bagian penting dalam perjalanan yang membawanya meraih mahkota.
“Terima kasih banyak saya sampaikan kepada Dedy Joni dan juga seluruh komite serta Yayasan EL JOHN Indonesia yang sudah menyelenggarakan segala rangkaian kegiatan Putri Pariwisata Indonesia sejak hari pertama hingga hari ini. Terima kasih atas kepercayaannya kepada saya untuk memegang dan menjunjung tinggi nama Indonesia di ajang Putri Pariwisata Indonesia,” pungkas Carmen.
Kini, setelah mahkota Putri Pariwisata Indonesia 2026 berada di kepalanya, Lusia tidak hanya membawa gelar, tetapi juga tanggung jawab untuk terus menyuarakan potensi pariwisata, budaya, dan kreativitas generasi muda Indonesia.









